Mie Instan Ternyata Tidak Disarankan Dikonsumsi Saat Mendaki Gunung, Mengapa?

  • Whatsapp

Bagi para pendaki gunung atau camping di hutan, tentu memerlukan logistik untuk mensupport seluruh kesibukan ketika berada di lingkungan luar. Saat mendaki gunung, Anda akan membawa logistik yang praktis, murah, ringan, dan juga simple. Mie instan akan menjadi alternatif utama Anda ketika mendaki gunung.

Kecuali murah, metode memasaknya gampang. Makanya Anda senantiasa membawa mie instan dikala mendaki atau camping. Tapi, ada bagusnya kalau Anda mulai mengurangi adat istiadat ini. Berikut yakni lima alasan kenapa Anda sepatutnya stop membawa mie instan ketika mendaki gunung.

1. Mie Instan tak sehat

Telah rahasia lazim bahwa makanan instan termasuk makanan yang tidak sehat. Walau demikian, demam mie instan terbukti masih menjamur di masyarakat kita. Seperti kita kenal, mendaki gunung sebetulnya yakni sebuah olahraga yang dapat membikin tubuh menjadi lebih sehat secara jasmani ataupun mental.

Lalu, kenapa kita sepatutnya meracuni kesibukan sehat hal yang demikian dengan hal-hal tak sehat seperti mie instan? Masih banyak opsi makanan lain yang dapat kita bawa ketika mendaki gunung.

2. Tak banyak menciptakan tenaga

Mie instan memang dapat menggantikan nasi, sebab sama-sama mengandung karbohidrat. Tapi tenaga yang diwujudkan oleh mie instan tak akan sama dengan tenaga yang diwujudkan oleh makanan pokok seperti nasi.

Satu takaran sajian mie instan (80 gram) cuma bisa mendonasikan tenaga sebesar 400 kkal, ialah kurang lebih 20% dari sempurna keperluan tenaga harian (2.000 kkal). Walaupun satu porsi nasi dapat menciptakan kurang lebih 560 kkal, atau kurang lebih 30% dari sempurna keperluan tenaga harian.

Belum lagi kalau sepiring nasi itu ditambahkan dengan lauk-lauk sehat. Tentu tenaga yang akan diwujudkan lebih banyak lagi. Nasi dan lauk pauk lebih cocok untuk seorang pendaki gunung dari pada mie instan.

3. Mengurangi alokasi air minum

Seperti yang kita kenal, untuk memasak mie instan kita perlu air dalam jumlah yang tak sedikit. Untuk memasak satu bungkus mie instan saja Anda perlu kurang lebih 200-300 ml air. Apalagi kalau mie yang kita bawa yakni mie kuah. Alokasi air minum yang Anda bawa sepatutnya didonasikan untuk memasaknya.

Belum lagi, kalau jalanan pendakian yang Anda jalani amat minim sumber air. Lain halnya dengan nasi. Dengan jumlah air yang sama, Anda dapat memasak untuk sebagian porsi nasi yang dapat Anda bagi dengan rekan sependakianmu lain. Anda akan lebih kekenyangan, berenergi, dan dapat menghemat air, bukan?

4. Menyebabkan dehidrasi

Pernahkan Anda tak merasa haus sesudah makan mie instan? Bumbu dari mie instan mengandung banyak MSG yang akan membuatmu kencang haus. Ketika mendaki gunung, dehidrasi dapat menjadi hal yang fatal. Anda dapat jadi tak lagi kapabel melanjutkan perjalanan sebab dehidrasi. Aliran darahmu akan tak selancar lazimnya. Walhasil, Anda mungkin dapat pingsan sebab kerusakan sebagian organ dalam.

5. Mewujudkan sampah plastik

Sampah pendakian yakni musuh besar alam semesta. Akhir-akhir ini banyak gunung yang kehilangan keindahannya sebab sampah-sampah yang ketinggalan di sana. Kebanyakan sampah itu yakni sampah tisu dan bekas bungkus plastik dari logistik para pendaki. Banyak pula bekas bungkus mie instan yang tak dibawa turun kembali.

Mie instan memang memudahkan kesibukan dan menghemat waktu kita ketika berada di gunung. Tapi, efek buruk mie instan sepatutnya kita hindari. Bagus itu dari segi kesehatan maupun lingkungan. Sayangi tubuh dan alam raya ini dengan meninggalkan adat istiadat membawa mie instan ketika mendaki gunung.

Sekiranya Anda belum dapat meninggalkan adat istiadat ini, kurangilah. Bawalah satu sampai dua bungkus saja dan sebisa mungkin, jadikan mie instan cuma sebagai logistik darurat saja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *