Berikut Adalah Dampak Buruk Membakar Sampah Untuk Kesehatan

  • Whatsapp

Kau atau tetanggamu masih sering kali membakar sampah? Sedangkan tak banyak yang tahu, sesungguhnya perbuatan ini telah dilarang oleh undang-undang. Kecuali membahayakan bagi lingkungan, membakar sampah dapat berbahaya kesehatan lho. Gangguan kesehatan yang dapat terjadi, mulai dari gangguan pernafasan sampai penyakit kronis.

Sedangkan sekilas nampak praktis dan seketika lenyap, namun membakar sampah dapat berbahaya kesehatan dalam bentang panjang. Asap hasil pembakaran sampah mengandung bahan-bahan kimia membahayakan yang bisa mengakibatkan polusi udara. Untuk menghindari bahaya imbas membakar sampah, penting bagi kita untuk mengenal sistem mengelola sampah yang benar.

Bahaya Membakar Sampah

Bagi beberapa orang, membakar ialah sistem terbaik untuk melenyapkan sampah. Walaupun sampah yang dibakar dapat melepaskan zat membahayakan ke udara yang dapat mengganggu kesehatan. Tipe bahan yang dilepaskan ke udara tentu tergantung pada variasi sampah yang dibakar, temperatur dan kadar oksigen.

Yuk, cermati dengan sistem apa saja sampah yang dibakar dapat membahayakanmu:

Menghirup asap pembakaran

Membakar sampah bisa melepaskan bahan-bahan membahayakan, seperti karbonmonoksida, formaldehida, arsenik, dioksin dan furan. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi pembakaran, mempunyai risiko paling tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan imbas bahan-bahan hal yang demikian, bertumpu pada seberapa lama dan seberapa sering kali mereka terpapar asap hasil pembakaran sampah. Gangguan ini dapat mulai dari yang simpel, seperti batuk, mata merah atau basah, hidung terasa perih seperti terbakar, mual, dan sakit kepala.

Pada penderita asma, asap ini juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Sementara pada orang yang mempunyai riwayat penyakit jantung atau paru, asap pembakaran sampah bisa menyebabkan gangguan yang lebih berat. Paparan dioksin pun berisiko menyebabkan sebagian variasi kanker, gangguan hati, gangguan pada cara kekebalan tubuh, serta gangguan pada cara reproduksi.

Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi abu dan asap

Sesudah dibakar, sampah akan menyisakan residu berupa bahan kimia membahayakan, yang dapat saja terserap tanaman sayuran atau buah yang tumbuh di sekitarnya. Manusia dapat turut terpapar bila mengkonsumsi sayuran dan buah hal yang demikian.

Tak cuma tanaman, zat membahayakan ini pun juga dapat terkandung dalam susu, daging, dan telor dari binatang yang terpapar zat hal yang demikian, lewat tanah yang telah terkontaminasi. Bahan makanan ini kemudian juga dapat memengaruhi kesehatan manusia, bila dikonsumsi dalam bentang panjang.

Bermain di sekitar zona sisa pembakaran

Kecuali pada udara, bahan kimia membahayakan ini juga dapat terdapat pada abu sisa pembakaran dan berbahaya si kecil-si kecil yang bermain di sekitar zona. Kecuali itu, membakar sampah dapat juga menyebabkan kebakaran.

Sebagian zat hasil pembakaran sampah pun bisa konsisten tinggal dalam waktu yang lama lho di sekitar lingkungan daerah pembakaran. Kecuali dalam kandungan tanah, juga berupa debu dalam rumah.

Mencegah dan Mengolah Sampah dengan Ideal

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 seputar Pengelolaan Sampah, Bab X Pasal 29, telah melarang pembakaran sampah yang tak cocok dengan prasyarat teknis pengelolaan sampah. Nah sebagai gantinya, yuk olah sampah dengan sistem-sistem ini:

1. Kurangi sampah

Semenjak permulaan kau dapat mengurangi jumlah sampah dengan memilih produk-produk dengan kemasan yang lebih sedikit. Lebih bagus beli produk dalam satu kemasan besar ketimbang dalam kemasan plastik kecil. Kecuali itu, coba beli produk yang dapat diisi ulang dan bisa didaur ulang, ketimbang yang cuma sekali gunakan.

2. Pakai kembali

Pakai kembali barang-barang yang masih dapat dimanfaatkan. Sumbangkan barang-barang yang telah tak kau butuhkan, seperti baju, buku, atau furnitur.

3. Daur ulang

Ketika ini tersedia banyak bank sampah yang mendapatkan sebagian variasi sampah untuk didaur ulang.

4. Kompos

Sampah organik yang umum diciptakan dari dapur dapat diolah kembali menjadi kompos.

5. Menyerahkan ke daerah pemrosesan akhir (TPA)

Buang sampah via petugas TPA ialah langkah terakhir bila kau tak dapat memproses sampah sendiri.

Untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain dari bahaya membakar sampah, hindari perbuatan hal yang demikian mulai kini. Yuk lakukan perubahan-perubahan untuk mengurangi sampah, guna menghasilkan lingkungan yang lebih sehat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *