5 Tips Memilih Obat Saat Hamil Dari SehatQ.com

  • Whatsapp
Foto dari Canva Photos Unlimited

Ketika sedang berada dalam kondisi hamil, Anda tentu akan lebih memperhatikan kesehatan dan makanan apapun yang Anda konsumsi. Namun meskipun sudah sangat menjaga kesehatan  ibu hamil juga bisa saja tetap mengalami sakit. Ketika sakit, obat yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil tentunya tidak boleh sembarangan seperti ketika Anda sedang dalam kondisi tidak hamil. Anda harus mencari info obat yang aman untuk ibu hamil sebelum mengkonsumsinya seperti yang bisa Anda cari di situs-situs kesehatan seperti SehatQ.com.

Memilih Obat Saat Hamil

Bagi Anda yang sedang hamil, berikut beberapa tips aman ketika Anda harus mengkonsumsi obat.

1. Pilih antibiotik yang aman

Seorang pharmacist clinical specialist, Gerald Briggs memberikan info obat antibiotik yang aman untuk dikonsumsi selama seseorang berada pada masa kehamilan. Beberapa macam antibiotik yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil diantaranya adalah penisilin, sefalosporin, serta eritromisin.

Sementara jenis-jenis antibiotik yang perlu Anda hindari ketika sedang hamil diantaranya adalah streptomisin karena beresiko menyebabkan gangguan pendengaran pada janin dan bayi, serta tetrasiklin karena dapat mengganggu pertumbuhan gigi bayi terutama jika Anda mengkonsumsinya pada trimester kedua dan ketiga.

2. Teliti memilih obat penghilang rasa sakit dan demam

Di era teknologi seperti ini Anda bisa lebih mudah mencari tahu mengenai obat yang bisa dikonsumsi ketika Anda hamil di situs-situs seperti SehatQ.com, terutama untuk obat demam dan penghilang nyeri yang seringkali menjadi keluhan banyak orang. Jika Anda mengalami demam, obat yang bisa Anda konsumsi adalah acetaminophen.

Sementara, obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen lebih baik dihindari untuk ibu hamil. Konsumsi obat ini dapat beresiko menyebabkan kerusakan jantung pada janin dan tekanan darah yang rendah pada bayi Anda. Bahkan lebih baik Anda menghindari konsumsi obat ini setelah beberapa minggu melahirkan karena dapat meningkatkan resiko pendarahan.

3. Minum obat jika mengalami diare

Meskipun Anda lebih baik menghindari konsumsi obat-obatan saat hamil, namun ada beberapa penyakit yang justru mengharuskan Anda mengkonsumsi obat, misalnya ketika Anda mengalami diare.

Mengkonsumsi obat diare seperti kaolin, pectin, atau loperamide tidak akan beresiko pada janin Anda dan justru dibutuhkan agar kondisi Anda bisa kembali pulih. Justru apabila diare tersebut tidak diobati, ibu hamil akan beresiko mengalami dehidrasi yang justru lebih membahayakan janin. Dehidrasi yang tidak diobati akan membuat tersumbatnya aliran darah menuju plasenta.

4. Menggunakan obat semprot jika flu

Ketika ibu hamil mengalami flu, maka Anda bisa mengkonsumsi obat flu seperti dekongestan. Ada dua jenis dekongestan yang bisa dibeli di pasaran, yaitu dekongestan jenis oral berupa obat yang harus diminum dan dekongestan jenis spray yang digunakan untuk penggunaan luar dengan cara disemprot pada hidung yang tersumbat.

Untuk ibu hamil, obat flu yang lebih tepat adalah obat dekongestan jenis spray karena efeknya hanya terasa di area hidung yang disemprot. Dosis obat ini juga lebih rendah namun cukup ampuh untuk meredakan gejala flu.

5. Berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli obat

Agar lebih aman dan mendapat rekomendasi obat yang tepat untuk ibu dan janin, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter agar Anda mendapat rekomendasi obat yang sesuai dan aman untuk Anda dan bayi Anda. Konsultasi dengan dokter saat ini juga bisa Anda lakukan dengan mudah secara online melalui situs-situs seperti SehatQ.com.

Itulah beberapa info obat yang aman dan bisa dikonsumsi ketika Anda sedang berada dalam kondisi hamil.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *